Portfolio Proyek, Trending Events | Thursday December 11th, 2025 10:00 AM
Nostalgia dan Ketenteraman dalam Sentuhan Fasad Kolonial Modern
Roemah Koffie hadir sebagai tempat untuk melambat sejenak di tengah keseharian. Namanya mencerminkan atmosfer yang ingin dibangun—ruang yang mengajak pengunjung menikmati kopi dengan lebih santai, ditemani suasana hangat dan nostalgia yang lembut.
Perasaan ini tidak hanya terlihat pada interiornya, tetapi juga pada pendekatan fasad kolonial yang memberi karakter khas sejak pandangan pertama.
Narasi Desain
Desain Roemah Koffie mengambil inspirasi dari arsitektur kolonial Belanda yang dulu banyak mewarnai kota-kota di Indonesia. Elemen seperti bukaan besar, detail kayu, dan palet warna yang kalem menjadi dasar pendekatan visualnya.
Di dalam, meja dan kursi kayu mewarnai ruang dengan nuansa akrab. Jendela berbingkai kayu memungkinkan cahaya masuk dengan lembut, menimpa dinding putih hangat yang menjadi latar utama. Aksen hijau yang tenang muncul dalam porsi yang tepat, menghadirkan ritme visual yang selaras dengan konsep nostalgia modern.

Rosentro melengkapi fasad kolonial Roemah Koffie berhias aksen hijau pada moulding dan jendela kayu
Ruangnya terasa sederhana namun terjaga. Ada keseimbangan antara suasana rumah lama yang penuh kenangan dengan kenyamanan kafe masa kini.
Pada bagian atas fasad, Roemah Koffie menggunakan roster keramik granit Rosentro dengan finishing glossy green.
Elemen ini merujuk pada penggunaan blok ventilasi yang kerap ditemukan pada bangunan kolonial, tetapi ditampilkan kembali dengan eksekusi yang lebih bersih dan modern.
Warna hijau mengilapnya memberikan aksen yang halus, berpadu dengan dinding putih hangat dan bukaan kayu. Rosentro menjadi detail yang memperkuat identitas fasad kolonial tanpa terasa berlebih.
Spesifikasi Produk
Material: Ceramic block berstandar porselen
Nama: Rosentro
Finishing: Glossy
Warna: Green
Aplikasi: Elemen dekoratif pada bagian atas fasad
Metode Pemasangan: Basah
Proses Perancangan
Penggunaan ceramic block pada fasad lahir dari keinginan untuk menghadirkan elemen heritage tanpa membuat bangunan terlihat tematik. Modul Rosentro yang presisi memudahkan penyelarasan pola dengan proporsi fasad, sehingga tampilannya natural dan menyatu.
Pemilihan warna hijau glossy juga bukan kebetulan. Nuansa ini sering muncul pada pintu dan kusen rumah kolonial, namun tampil berbeda dalam material bertekstur modern. Melalui satu elemen kecil, fasad memperoleh identitas yang kuat dan familiar.
Dalam Penggunaan
Kalau kita lihat dari jalan, ceramic block ini memberi irama visual yang membangun karakter fasad kolonial Roemah Koffie. Permukaannya yang glossy menangkap cahaya secara lembut, membuat fasad tampak hidup dari pagi hingga sore.
Dari dekat, pola blok menghadirkan tekstur yang familiar, mengingatkan pada detail bangunan lama. Namun finishing yang rapi dan presisi memberi sentuhan kontemporer yang membuat keseluruhan tampilan tetap segar.
